Archive for Februari, 2008

Matahari Merah
Rabu, Februari 13th, 2008

Matahari merah jalang, siang menyentak ubun-ubun. Kian panas hati Sadewa saat ia menempuh jalan-jalan perumnas yang aspalnya bak koreng.

Sambil Lalu
Rabu, Februari 13th, 2008

Sambil lalu kukatakan padamu
sudah lama aku menunggu
kau bilang bukan: ‘aku lah yang menunggumu’
Dan dengan kenyataan itu aku menunduk
meletakkan pedang dan menyerah
akhirnya toh, kita hanya lelah

Sihir dunia!
Selasa, Februari 12th, 2008

Kata-kata dituliskan. Dan dunia pun tersihir. Katanya.