Kalau mau, Aku bisa

April 17, 2012 at 11:37 , by hes

hai kesayangan
kalau mau menyisip sebatang rokok, marilah kutemani
kalau mau melaju bersama angin menderu, aku siap mengejar
kalau mau berlari mengejar mimpi yang kau rasa mulai berdebu, ini bangkumu sudah kubersihkan
kalau mau diam dan menunggu, ayolah kita berpuisi dahulu

Category puisi | No Comments

kau kepadaku

September 14, 2011 at 14:11 , by hes

langit biru saat hari cerah
atau hujan yang turun tiba-tiba
matahari yang timbul dan tenggelam
tangisan bayi saat dilahirkan
kabut di puncak gunung
atau embun di ujung daun
hembusan nafas terakhir
gelombang yang melarutkan pasir
angin menyisir malam
atau kau kepadaku seperti aku kepadamu

ah
sering kali aku lupa
bahwa tuhan itu ada

Category puisi | No Comments

ayo menari

September 13, 2011 at 19:24 , by hes

ayo kita menari
langit masih terlalu jauh
dan anak tangga masih terlalu banyak

ayo kita menari
sebelum galau menutup mata
dan kita sulit berpijak

ayo kita menari
lupakan sejenak sibuk kita
redam dahulu resah kita

ayo kita menari

Category puisi | No Comments

mencapai nihil

Agustus 5, 2011 at 14:17 , by Wicak Hidayat

mencapai nihil, tak juga sampai di tepi pasir
percuma bicara, ombak juga sudah binasa
tak ada kata-kata, hanya sayatan mata
hingga kini kita bingung, mau bertanya, kamu ke mana?

Category puisi | 1 Comment

pemuda dengan kalung pasir

Juni 25, 2011 at 12:28 , by Wicak Hidayat

bergelut tangannya yang kekar dengan ombak seikal rambutnya bergulungan
terbakar hatinya pada sesal yang tertanam tak juga sempat dilepaskan
tertancap pada wajah di lengannya seribu nama sudah jadi pelampiasan
pasir berkisar pada bahunya yang gemilang minyak kelapa matahari kepanasan
seringainya yang lugas tak sembunyikan niatan untuk semalam saja having fun
dalam apitan lengan satu dua jemari dan lelah yang tak henti-henti membinasakan
pemuda dengan kalung pasir matanya senja bertahun lampau janji tak terpuaskan
menatap asap dari bibir wanita terselip keringat dan nadinya berhenti mengejan
terbaring tubuhnya yang tenang kini lelap dalam selimut kesalahan

Category puisi | No Comments

semua mantera semua cerita

Juni 22, 2011 at 19:27 , by hes

semua mantera semua cerita
berlabuh di hati
semua setuhan semua tepukan
berlabuh di hati
semua alunan semua tarian
berlabuh di hati
semua tegukan semua sesapan
berlabuh di hati
semua rasa semua asa
berlabuh di hati

Category puisi | No Comments

mungkinkah ada mantera?

Juni 22, 2011 at 19:17 , by hes

mungkinkah ada mantera
yang mendatangkan secarik kertas
berisi semua jawaban di dunia

Category puisi | No Comments

andalusia

Juni 17, 2011 at 13:06 , by Wicak Hidayat

bukit bergulung seperti seprai pagi
kabut seperti selimut

entah berapa batang pinus dan zaitun
entah berapa botol anggur

tercatat pada lusinan rio dan arroyo
diceritakan oleh camar, gagak dan heron
mereka pernah ada di sini
tapi sekarang, seperti bayang

entah berapa juta orang
jadi saksi sengketa peradaban

tersisa kini di lereng dan gundukan
bangunan bangunan pendatang musiman
sejarah nyaris lenyap ditelan zaman
seperti kabut yang melarutkan laut

Category puisi | No Comments

satu langkah

April 5, 2011 at 01:27 , by hes

menyusuri jejak debu di jalanan itu
mengalirkan reaksi hangat dalam hati
ujung jalan mungkin belum lagi dekat
tapi kita sudah mengambil satu langkah

Category puisi | No Comments

Anak-anakku,

Maret 31, 2011 at 12:05 , by hes

kalian bercerita dengan senyum mengembang di bibir tentang kapal dan kuda terbang
kalian mengajak kami membaca dalam selimut diterangi senter tua yang nyalanya berkedip, seperti kemping di pinggir kali
kalian sering sekali berceloteh, aku akan menggambar kupu-kupu dan dinosaurus di kamarku nanti

cerita dan mimpi yang akan melengkapi puisi-puisi kalian kelak

Category puisi | 2 Comments

« Older Entries

  • Meta

  • Hak Cipta semua tulisan dalam blog Manterakata.blogdetik.com adalah milik masing-masing penulisnya.

    Jika tidak disebutkan maka puisi, cerita, dan review ditulis oleh Hesti Pratiwiafwiani dan Wicak Hidayat.
  • Top of page